Jumat, 25 Mei 2012


Renungan
Perilaku golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benere dewe merupakan bentuk pola pikir yang sempit, yang menganggap diri paling bener. Begitu mudahnya mencari-cari alasan pembenaran hanya untuk menganiaya orang lain yang dibenci atau yang berbeda pendapat dengan dirinya. Seseorang yang mempunyai tipe seperti diatas suka menyakiti dan mencelakai orang lain demi pencapaian keinginan pribadi/kelompoknya, senang mentertawakan kesengsaraan orang lain yang menjadi korban kejahatannya. Kepuasannya justru terpenuhi manakala ia dapat “menari di atas bangkai” para korbannya. Manusia akan berubah tidak hanya sekedar binatang, namun menjadi sosok monster yang lengkap memiliki senjata pamungkas. Kenyataannya penyakit jiwa ini banyak menghinggapi penduduk bumi nusantara di masa sekarang ini. Manusia yang turun martabat dan habitatnya menjadi spesies purba dan primitif namun juga sangat buas. Benar-benar menjelma sebagai manusia homo-hominilupus, alias binatang ganas buat manusia lainnya. Apa jadinya bila sosok demikian ini berkesempatan menjadi pemimpin umat di negeri yang kita cintai ini ?
Suatu perbuatan barulah menjadi kebaikan dan benar, manakala tidak menerjang kodrat universe. Nilai yang paling universal dan tidak menabrak kodrat alam, adalah setiap perbuatan yang kita lakukan selalu didasari dengan rasa KASIH SAYANG yang tiada bertepi, rasa welas-asih kadya samudra tanpa tepi, welas tanpa alis, kasih sayang yang TULUS & IKHLAS, tanpa pamrih.
Dalam kebenaran, tidak semua yang terlihat benar itu benar, dan yang terlihat salah itu salah. Karena penglihatan kasat mata manusia cenderung menipu

1 komentar:

  1. wah leres sangaet niku bune. memang sekarang suli mencari kebenaan yang hakikiapalgi keadilan sangatlah sulit kita dapatkan. mungkin memang sudah jamannya. Siki jaman edan nek ora melu ngedan ora keduman ...

    BalasHapus